MaxaNqVdNqZ8LGB4NWR7MGF5MDcsynIkynwbzD1c

Judulnya Juga Belajar Nulis Ekspresi Diri tentang Kesuksesan

BLANTERLANDINGv101
7732102059690265585

Judulnya Juga Belajar Nulis Ekspresi Diri tentang Kesuksesan

10/24/2020
Ilustrasi kesuksesan yang sering dikaitkan dengan Ekonomi
Sudah tidak bosan-bosannya, saya katakan saya ingin SUKSES!. Sukses Lahiriah dan Batiniah. Sukses Dunia dan Akhirat. Sukses Pemikiran, Perkataan dan Perbuatan. Sukses di Otak dan sukses di Hati. Hehehe,,,,,sukses ku nanti.

Percaya atau tidak, sukses diri saya dan sukses diri teman-teman tentunya berbeda. Baik itu dari faktor, indikator, aspek dan sebagainya yang mempengaruhi terhadap capaian sukses kita. 

Cuma, sukses itu butuh dasar, butuh landasan, butuh akar yang kuat mencengkram, butuh titik tumpuan yang kuat menopang. Apa dasar atau landasan kesuksesan itu? Jawabannya adalah NIAT, IMPIAN dan DOA. Ketiga kata itu harus kuat menetap dalam diri kita. Bahkan, sudah menjadi kebiasaan tersendiri, bahwa sebelum melakukan apapun kita punya niat dulu, bermimpi dulu dan bedoa terlebih dahulu.
The success is everyone's dream. However, success doesn't come for everyone at the same time. Everyone has their respective start times and peak times of success. Most importantly, the peak of our success is at the end of life and in the hereafter, being successful and good people in this world and the hereafter. (Sukses adalah impian semua orang. Namun, kesuksesan tidak datang untuk semua orang pada waktu yang bersamaan. Setiap orang memiliki waktu mulai dan waktu puncak kesuksesan masing-masing. Yang terpenting, puncak kesuksesan kita ada di akhir kehidupan dan di akhirat, menjadi orang-orang sukses dan baik di dunia dan akhirat.) (Heri Maulana Sidik)
Titik balik kesuksesan adalah kebaikan dan kebenaran. Kedua hal tersebut tidak bisa dijauhkan, bahkan dihilangkan dari kesuksesan. Bukan masalah uang, tetapi kebahagian. Bukan masalah pakaian, tetapi keharmonisan. Bukan masalah rumah, tetapi kenyamanan. Bukan masalah kendaraan, tetapi kedisiplinan.

Cintailah diri kita sendiri, jangan biarkan gara-gara hanya mengejar kesuksesan yang tidak benar caranya, diri kita tersakiti. Berproseslah dengan benar! kesuksesan bisa diraih secara bertahap, secara pelan-pelan. Waktunya tidur, tidur!. Waktunya bangun, bangun!. Waktunya kerja, kerja!. Waktunya bangkit, bangkit!. Waktunya ibadah, ibadah!.
Perkara sukses ada tahapannya, ada caranya, ada waktunya. Pelan-pelan saja. Biarkan diri kita menyesuaikan dengan keadaan dan tahapan-tahapan proses yang kita jalani. Supaya diri kita tidak tersakiti dan tidak kaget dengan sesuatu yang akan datang di masa sekarang dan masa depan. Entah itu kemenangan ataupun halang rintang menuju kesuksesan. Persiapkan dan simpan tenaga dari sekarang. Mulailah dari sekarang tetapi dengan langkah-langkah yang benar. Kesuksesan ada di depan kita, kalau kita siap meraihnya. (Heri Maulana Sidik)
Sukses enggak akan kemana-mana teman-teman. Sukses tidak mungkin salah orang. Setiap masing-masing diri kita punya bagian sukses tersendiri. Tidak akan salah menghampiri siapa sukses itu. Pasti menghampiri jodohnya atau bagiannya.
Jadikan masa lalu sebagai evaluasi diri dan pengalaman. Jadikan masa sekarang sebagai landasan. Jadikan masa depan sebagai acuan. (Heri Maulana Sidik)
Masa lalu biarlah masa lalu, jadikan sebagai evaluasi diri dan pengalaman untuk meningkatkan diri agar di masa sekarang dan masa depan diri kita lebih baik lagi dan terutama menuju kesuksesan, bukan mundur bahkan gagal.

Masa sekarang kita jadikan sebagai gerbang dan landasan awal menuju kesuksesan. Bebas, arti sukses menurut kalian sendiri. Baik itu sukses dalam Akhlak, Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Keharmonisan dan sebagainya. 

Masa depan kita jadikan sebagai acuan dan patokan harapan dan capaian kesuksesan yang kita inginkan. Kita itu perlu futuristik. Perlu punya gairah memandang masa depan. Apabila, dalam diri kita sudah tidak ada semangat dan impian untuk masa depan, Maka cuma satu kata evaluasi dan koreksi diri kita. Jangan sampai, diri kita sakit mental. Dari itu, kita mesti perbaiki diri kita dari sekarang untuk masa depan yang cemerlang.

Perlihatkan bahwa saya adalah saya. Jati diri saya adalah jati diri saya. Jangan sampai saya adalah kamu, atau kamu adalah saya. Jadilah diri sendiri, asalkan kita tetap sesuai dengan aturan agama, negara, adat, kearifan lokal dan keilmuan.

Yuk Kita Perjuangkan, karena kita adalah The Future Generations of Winners.
TAGS
BLANTERLANDINGv101

Contact Form×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang